• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 22 Januari 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Wartawan Flobamora News Bicara tentang Pangan Lokal di India
    RIZKY ALBERTO | Sabtu, 07 November 2015 | 09:19 WIB            #INTERNASIONAL

    Wartawan
    Wartawan Tabloid Flobamora News, Ferdinand Watu (paling kanan) tampil sebagai salah satu panelis di Konferensi Internasional Masyarakat Pribumi atau Indiginous Terra Madre Tahun 2015 yang berlangsung di Auditorium Nehu, Shillong Meghalaya, North East India

     

    Shillong-Meghalaya, Flobamora.net - Wartawan Tabloid Flobamora News, Ferdinand Watu memperkenalkan pangan lokal di Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya Suku Lio dalam Konferensi Internasional Masyarakat Pribumi atau Indiginous Terra Madre Tahun 2015 yang berlangsung di Auditorium Nehu, Shillong Meghalaya, North East India.

     

    Di hadapan 600 peserta dari 140 komunitas pribumi di 58 negara, Rabu (4/11),  Watu yang mewakili Perhimpunan Petani Pangan Lokal NTT mendeskripsikan kekayaan lokal dari Suku Lio,  Ende – Flores. 

     

    Dia mengatakan, masyarakat Lio mengenal ibu dari pangan lokal yakni Ine Pare atau Ibu Padi. Padi begitu mulia dan suci, karena dari cerita turun–temurun, munculnya benih padi dari pengorbanan seorang gadis.

     

    “Padi menjadi begitu penting. Sebagai kaum agraris, Suku Lio begitu ketat dengan berbagai ritual yang berkaitan dengan siklus bertani, mulai dari pembukaan ladang, pemurnian tanah, tolak bala, penanaman perdana, makan jagung perdana hingga pesta syukuran pascapanen. Semuanya penuh dengan ritual dan seremonial. Hal ini menunjukkan bagaimana komunitas lokal Suku Lio sangat menghargai makanan dan menggambarkan hubungan manusia dengan alam,” katanya saat tampil sebagai salah satu panelis dalak pertemuan tersebut. 

     

    Menurutnya, tumbuhan atau benih padi memliki dimensi spiritual-religius, tidak hanya benih sebagai entitas biologi, namun memliki dimensi spiritual-religius, penuh dengan latar historis-mitologi, suci dan berdaya magis.

     

    Dengan demikian, katanya, tidaklah mengherankan kalau komunitas lokal sebagai bentuk pengharagaan diwujudnyatakan dengan ritual dan seremoni adat. Adanya hewan korban menampakkan cita rasa rasa respek dan penghargaan yang tinggi terhadap alam dan lingkungan. Wujud komunikasi manusia dengan alam, bahwa alam sebagai ibu yang melahirkan kehidupan. Inilah tradisi leluhur nenek moyang Suku Lio. 

     

    Watu yang mendapat dukungan Yayasan Kehati Indonesia ini menjelaskan, satu hal yang menarik adalah di setiap keluarga Suku Lio mempunyai sistem penyimpanan pangan yang sangat rapih dan bertahan. Hal ini dikenal dengan "kebo"  atau “soku” (lumbung). Seluruh pangan dan hasil bumi dimasukkan ke dalam lumbung ini sebelum dibawa ke rumah. 

     

    “Ketika berbicara tentang ketahanan pangan, komunitas lokal sudah punya sistem ketahanan pangan yang sangat luar biasa. Dengan sistem tumpang sari, menamam berbagai jenis pangan dalam satu kebun, membuat persediaan pangan selama setahun bisa terpenuhi,” tambahnya. 

     

    Terkait dengan pangan lokal, dia memaparkan beberapa aktivitas petani pangan lokal yang bergabung dalam Perhimpunan Petani Pangan lokal NTT.Dia mengisahkan kesuksesan Ibu Maria Loretha dalam menghidupkan kembali tanaman lokal seperti sorgum, jewawut, wijen, jail, dan tanaman pangan lainnya. 

     

    Tampil juga sebagai panelis pada kesempatan itu, yakni, Dr. Stefano Padulosi, Team Leader Marketing Diversity di Bioversity International Italy, Kaichou Titiana, Fishing community New Caledonia, Dr. Pat Roy Mooney, Executive Direktur of ETC Canada, Dr. Israel Oliver King, Principal Scientist di MS Swaminathan Foundation, India, Gilani Daniel Mnish, Tsonga South Africa, dan Dr. Wolde Tadese, Research Associate at African Studies Center Oxford university, Gemo Etiophia, United Kingdom.*** 


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.