• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 22 Februari 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pisau untuk Membunuh Dibawa dari Rumah Makan
    VICKY DA GOMEZ | Kamis, 06 Februari 2014 | 12:42 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pisau
    Pembunuhan - Ilustrasi

     
    Maumere, Flobamora.net - Pisau yang digunakan Imam Buchori untuk membunuh Wahyu Kristianto diduga dibawa dari Rumah Makan Sukodadi, tempat pelaku bekerja. Pisau bergagang hijau itu kini sudah disita polisi untuk dijadikan salah satu barang bukti. Pisau tersebut ditemukan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

    Kosin, salah seorang pekerja di Rumah Makan Sukodadi yang dihubungi Kamis (6/2) menuturkan usai kasus pembunuhan itu dia agak terkejut karena parang dan pisau yang biasanya dipakai di rumah makan tersebut hilang.

    Dia mengaku baru mengetahui kemarin parang dan pisau yang biasa digunakan hilang dari tempat yang biasa disimpan.

    “Parang kami gunakan untuk pecahkan batu es, sedangkan pisau untuk alat potong di sini. Kemarin waktu mau pakai kok sudah hilang,” jelasnya.  

    Pada Selasa (4/2) setelah menutup rumah makan sekitar jam 20.00 Wita, Kosin sempat berada di rumah tetangga. Tidak lama datanglah Imam Buchori meminta kunci rumah makan dengan alasan mau mengambil sesuatu. Setelah peristiwa pembunuhan ini, Kosin menduga jangan-jangan waktu itu Imam  mengambil parang dan pisau. “Saya duga-duga saja, kok parang dan pisau hilang persis ada peristiwa pembunuhan ini,” tambahnya.

    Kosin menuturkan bahwa benar Imam bekerja pada Rumah Makan Sukodadi. Dia baru bekerja sekitar 2,5 bulan, dengan gaji Rp 600.000 per bulan. Selama bekerja Imam tidak menunjukkan perilaku yang aneh. Pelaku juga tidak punya masalah dengan siapa pun. Karyawan rumah makan di situ disiapkan juga kamar tidur. Hanya saja, pelaku sering tidak tidur di situ. Dalam seminggu, paling kurang 3-4 kali pelaku menginap di tempat lain. Kalau pergi ke tempat lain, pelaku jarang sekali pamit atau menyampaikan ke pemilik warung.

    “Kita tahunya dia sudah pergi, entah ke mana. Nanti kadang-kadang subuh atau pagi sekali baru pulang. Kalau pulang juga jarang mabuk,” ceritanya.

    Kosin menambahkan satu minggu terakhir ini pelaku tampak gelisah sekali. “Dia sering bilang pusing nggak ada uang. Rupanya dia sudah pamit sama boss (pemilik warung, Red) untuk pulang kampung, hanya saja uangnya tidak cukup untuk beli tiket. Duit gaji yang diterima tidak cukup karena dia sering cash bon sama boss,” jelasnya.

    Kasus pembunuhan ini tengah diselidiki polisi pada Polres Sikka. Sejumlah barang bukti sudah disita, termasuk pisau bergagang hijau yang digunakan untuk membunuh korban. Polisi terus mengembangkan penyelidikan untuk mencari tahu motif pembunuhan.  

    Seperti diberitakan flobamora.net kemarin, gara-gara mabuk minuman keras (miras) berjenis moke, Wahyu Kristianto seorang operator SIM di Kantor Satlantas Polres Sikka ditemukan tewas dibunuh di kontrakannya di Jalan Dua Toru Kelurahan Nangameting (bukan Kota Baru) Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka, Rabu (5/2).

    Diduga korban tewas karena mengeluarkan darah yang begitu banyak.Pelaku pembunuhan yang adalah rekannya sendiri bernama Imam Buchori, pria asal Probolinggo Jawa Timur. Usai menghabiskan nyawa rekannya, Imam, pekerja di sebuah warung makan ini sempat melarikan diri.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.