• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 23 Juli 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Ribuan Warga Spanyol Tuntut Pemerintah Larang Aborsi
    ANA DEA | Minggu, 23 November 2014 | 07:51 WIB            #INTERNASIONAL

    Ribuan
    Ribuan warga Spanyol padati jalan-jalan di ibu kota Madrid untuk menuntut pemerintah agar menghidupkan kembali rencana untuk melarang perempuan melakukan aborsi. DANI POZO / AFP

     
    MADRID, FLOBAMORA.NET - Puluhan ribu orang warga Spanyol turun ke jalan, Sabtu (22/11/2014), mengancam meninggalkan pemerintah pada pemilu tahun depan kecuali pemerintah menghidupkan kembali rencana melarang perempuan melakukan aborsi.

    Sambil melambaikan bendera putih dengan slogan "Setiap nyawa berharga" ribuan orang dari berbagai usia dan dari berbagai penjuru Spanyol memenuhi jalanan ibu kota Madrid berjalan kaki sambil berteriak marah saat melintasai partai berkuasa.

    Perdana Menteri Mariano Rajoy sebelum memenangkan pemilu pada 2011 berjanji akan memperketat aturan aborsi di Spanyol. Namun, dia membatalkan rencana tersebut September lalu setelah terlibat perselisihan dengan partainya sendiri.

    Langkah yang diambil Rajoy itu memicu kemarahan para pendukung Partai Popular yang mengancam tak akan memilih partai itu dalam pemilihan umum tahun depan.

    "Rajoy, kami tak akan memberikan suara," demikian isi sebuah spanduk yang dibawa dalam unjuk rasa itu.

    "Saya kecewa. Situasi ini akan mengubah jalannya pemilihan," kata Jose Vicente Romero (50) seorang aktivis yang berasal dari Alicante dan rela menempuh perjalanan berjam-jam untuk menyuarakan pendapatnya.

    "Aborsi bukan sebuah hak. Aborsi adalah sebuah tragedi," ujar Romero, sambil membawa bendera nasional Spanyol di pundaknnya.

    Seorang pengunjuk rasa lain adalah Amparo Bonastre (17) yang datang dari kota Valencia dengan menggunakan bus.

    "Bagi saya tak akan berpengaruh secara pribadi sebab saya tak akan melakukan aborsi. Namun, jika akan ada reformasi maka banyak orang akan bisa menikmati hidup tanpa takut kehidupan mereka diakhiri. Kehidupan harus dipertahankan," ujar Amparo.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.