• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 23 Juli 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    IWO Diajak Ikut Menata Peradaban
    RISKY PUTRA | Jumat, 15 Desember 2017 | 14:06 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    IWO
    Pengurus IWO NTT yang dikukuhkan, Jumat (15/12)

     

    KUPANG,FLOAMORA.NET - Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Jodhi Yudono mengajak media online untuk berperan menata peradaban bangsa yang semakin tidak karuan di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang semakin canggih.

    "Kita sekarang sudah sampai pada zaman pascakebenaran, zaman yang tidak karuan yang membuat orang sulit membedakan lagi mana informasi yang benar dan salah," kata Jodhi saat pengukuhan IWO Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kupang, Jumat (15/12).

    Ia mengatakan, berbagai informasi bongoh (hoax) dan negatif semakin leluasa membanjiri masyarakat melalui berbagai aplikasi jejaring media sosial yang berdampak pada perubahan moralitas bangsa.

    Pesatnya perkembangan teknologi dengan berbagai kemudahannya, menurutnya, telah memberikan andil bagi hadirnya jurnalime warga (citizen journalism).

    "Masyarakat sekarang bisa membuat berita sendiri, disebarkan sendiri melalui media sosial, hasilnya seperti apa? hasilnya tentu saja tidak disebut sebagai karya jurnalistik karena karya jurnalistik wajib memenuhi syarat setidaknya mengandung 5W1H," katanya.

    Menurutnya, saat ini semakin marak kahadiran penyebar berita-berita bohong seperti contoh dalam kasus Saracen.

    "Mereka adalah kumpulan bazar-bazar yang dibayar untuk menyebarkan berita-berita bohong untuk menjatuhkan lawan politik dan sebagainya," katanya.

    Menurutnya, yang terjadi di media sosial merupakan informasi yang harus digali kebenarannya, "Tapi sekarang terbalik, media massa mengikuti media sosial jadi hasilnya berita-berita bohong," katanya.

    Kodisi itu, lanjutnya, membuat kepercayaan masyarakat terhadap pers atau media massa semakin melemah, di sisi lain karena pers juga dinilai sudah terkooptasi dengan berbagai kekuatan seperti politik, dagang, ekonomi, dan agama.

    Untuk itu, Jodhi berharap IWO yang merupakan kumpulan wartawan-wartawan media online mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat demi menjaga martabat dunia pers seperti sedia kala.

    "Untuk itu IWO harus menyajikan pemberitaan yang sesuai dengan prinsip jurnalistik dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan moralitas," katanya.

    Ia menambahkan, organisasi IWO yang sudah memiliki ribuan anggota dan sudah menyebar di 32 provinsi di seluruh Indonesia, 15 provinsi di antaranya telah dikukuhkan termasuk IWO NTT.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.