• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 20 November 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Baliho Pembangunan Taman Kota Dipasang di Gelora Samador
    VICKY DA GOMEZ | Minggu, 04 September 2016 | 18:34 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Baliho
    Baliho Pembangunan Taman Kota dipasang di depan Gelora Samador da Cunha Maumere, seakan sebagai media sosialisasi untuk meredam protes masyarakat menyusul penebangan puluhan pohon beberapa waktu lalu di Taman Kota

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Pemdangan menarik ketika melintas di depan Gelora Samador da Cunha Maumere, Sabtu (3/9). Di situ terdapat sebuah baiho besar semacam media sosialisasi tentang pembangunan taman Kota Maumere.

     

    Entah pihak mana yang memasangnya, baliho ini seakan merupakan kiat baru untuk meredam “amarah” masyarakat Kabupaten Sikka menyusul penebangan pohon. Sepertinya baliho ini baru dipasang satu dua hari terakhir.
           

    Seperti yang dilihat Flobamora.net, baliho berlatar belakang warna putih itu sengaja dipasang cukup strategis agar bisa dilihat para pelintas jalan. Bagian atas sebelah kiri baliho terdapat logo PU, yang mengisyaratkan proyek pembangunan senilai Rp 2,564 miliar itu menggunakan alokasi dana dari dinas tersebut. Persis di samping logo PU tertulis Pembangunan Taman Kota Maumere.

    Pada bagian bawah baliho, terdapat sebuah kalimat yang bertuliskan  monumental rekreatif, interaktif, relaksasi, kreatif. Sementara bagian dalamnya terdapat enam buah gambar, yang seolah-olah menunjukan kondisi Taman Kota pasca pelaksanaan proyek.

    Mario Gerardus, warga kelurahan Kota Uneng berpendapat pemasangan bailho pembangunan Taman Kota Maumere adalah sisi positip untuk menyatukan persepsi akibat persoalan penebangan pohon di Taman Kota. Hanya saja, katanya, tindakan ini bukanlah cara solutif untuk meredam reaksi protes masyarakat.

    Menurut dia, masyarakat sudah sangat kecewa sekali ketika pemerintah mengorbankan pohon-pohon yang ditanam sudah puluhan tahun hanya demi sebuah proyek. Kalau pun ada niat membangun sesuatu di Taman Kota, hendaknya pembangunan tersebut harus diselaraskan dengan kondisi yang ada di Taman Kota.

    “Kita sependapat adanya pembangunan di situ, tetapi harus jaga kelestarian lingkungan. Jangan main tebang saja pohon-pohon yang sudah puluhan tahun ditanam dari zaman bupati ke bupati. Nah, akibatnya kan begitu toh, masyarakat marah karena terkesan pembangunan tidak ada konsep ramah lingkungan,” ujar dia.

    Pendapat senada disampaikan Siprian Dance, seorang warga Kelurahan Waioti Kecamatan Alok Timur. Dia mengatakan saat sekarang apapun bentuk sosialisasi dengan memasang baliho atau sejenisnya tidak akan mengubah pikiran masyarakat tentang sudah terjadinya pengrusakan lingkungan. Pemasangan bilohi itu, kata dia, semakin membuat masyarakat gerah dengan kebijakan-kebijakan pembangunan yang tidak merakyat.

    Ia menambahkan Proyek Pembangunan Taman Kota perlu ditelusuri lebih jauh lagi. Hemat dia, masalahnya bukan hanya terletak pada penebanagn pohon semata.

    Beberapa netizen di media sosial menilai Monumen Tsunami yang nantinya dibangun di Taman Kota, sepertinya tidak memberikan pendidikan sejarah yang pernah terjadi di Kabupaten Sikka. Tsunami yang melanda Kabupaten Sikka pada Desember 1992, terjadi di wilayah Pulau Babi dan sekitarnya.

     

    Karena itu aksan lebih tampan dan bermakna sejarah, jika Monumen Tsunami dibangun di daerah yang benar-benar terkena bencana tsunami.
    Sementara itu, papan informasi Proyek pembangunan Taman Kota, Sabtu (3/9), sudah berubah lagi. Kali ini kolom konsultan pengawas sudah diisi dengan nama CV Dekon Mitra Konsulindo.

    Sebelumnya, sejak papan infiormasi itu dipasang sampai Rabu (31/8), di kolom konsultan pengawas tertulis CV Sonny Helper Consultant. Keesokan harinya terjadi perubahan, di mana nama konsultan pengawsas dihapus dengan cat warna putih. Perubahan nama konsultan pengawas ini mengandung kecurigaan beberapa pihak.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.